Cahaya Foundation.
Bergerak dari hati

LAPORAN PENDAMPINGAN PASIEN PERIODE BULAN AGUSTUS 2017

Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Salam takzim untuk Sahabat semua, semoga dalam menjalankan aktifitas sehari-hari selalu diberikan SemangArt, kelancaran dan kemudahan.
Aamiin...

Agar kegiatan kita ini bisa memberi manfaat yang lebih luas, bukan hanya mencakup wilayah Bekasi Raya saja, tapi juga wilayah lainnya, kami sampaikan bahwa terhitung sejak Bulan Agustus 2017, Cahaya Foundation resmi bersinergi dengan Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI), dan telah melakukan kegiatan pendampingan untuk wilayah Bandung Raya dan Kota Depok, dengan fasilitas Rumah Singgah untuk Pasien Dampingan di Kota Depok dan persiapan fasilitas Rumah Singgah untuk Pasien Dampingan di wilayah Bandung Raya.  

Berikut kami sampaikan Laporan Kegiatan Pendampingan Pasien untuk Periode Bulan Agustus 2017 yang secara bersama-sama kita telah melakukan pembelaan bagi saudara-saudara kita yang tidak mampu untuk mendapatkan fasilitas pengobatan yang layak dan berkeadilan, dengan total manfaat yang tercover senilai Rp. 756.504.000,-

Pada Periode Bulan Agustus 2017 ini, sebanyak 82 kali pembelaan telah kita lakukan, yang terdiri dari 68 kali pendampingan pasien rawat jalan dan 14 kali pendampingan pasien rawat inap, yang mana 1 orang pasien dampingan rawat jalan dan 1 orang pasien dampingan rawat inap meninggal dunia.

Demikian penyampaian Laporan Kegiatan Periode Bulan Agustus 2017. Terima kasih atas segala do'a dan dukungan yang tak terhingga dari Sahabat sekalian.

Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.








  • 0
  • Selasa, September 05, 2017
_mazeko _mazeko Author

Duka Cita Atas Berpulangnya Pak Kurdi

Cahaya Foundation turut merasakan duka cita yang mendalam atas berpulangnya bapak Drs. Muhammad Kurdi, Pendiri, Pembina dan Penasehat Perkumpulan Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia pada hari Senin (21/8) pagi tadi. 
Al Fatihah dan do'a terbaik untuk beliau yang telah mendahului.

==============================


Depok – Cuaca pagi itu cukup cerah seperti biasanya. Matahari menampakkan kilaunya dengan gagah perkasa. Dari ranting-ranting pucuk pepohonan, terdengar sayup burung-burung yang bersenda gurau bersahutan sambil menari riang. Anak-anak berseragam putih merah, putih biru dan putih abu-abu dengan penuh semangat berjalan tegap menyongsong harapan dan masa depan. Laki-laki dan perempuan dewasa tergopoh-gopoh berkejaran dengan waktu demi mengumpulkan sesuap nasi untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga. Tak ada firasat apa pun yang dirasakan. Semua terasa serba biasa seperti hari-hari sebelumnya.

Tiba-tiba, kabut pekat menyelimuti Bandung seketika. Kabar duka datang dari Caregivers Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang ada disana. Tercekat kerongkongan seakan-akan tidak percaya. Bergemuruh sesak di dada seolah-olah ada batu besar yang menimpa. Kebas seluruh jemari tangan dan kaki seperti mati rasa. Dikabarkan, bahwa Drs. Muhammad Kurdi, 77 tahun, Pejuang Myasthenia Gravis dari Bandung, salah seorang Pendiri, Pembina dan Dewan Penasehat yang paling senior di Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) telah dipanggil pulang ke haribaan Sang Pemilik Jiwa, pada Senin pagi (21/8) ini. Pejuang Myasthenia Gravis yang gagah dan hebat itu telah mendahului kita semua. Tanpa pesan apa pun ternampak dari bibirnya kecuali sekilas senyum yang tersungging dengan teramat tulus dan ikhlas.

Pak Kurdi, demikian sosok paling senior di kalangan Pejuang Myasthenia Gravis ini biasa dipanggil, berjuang melawan Myasthenia Gravis yang betah bersemayam di dalam tubuhnya sehingga menjadi bersahabat dengannya sejak pertengahan tahun 2015 lalu, dengan riwayat sebelumnya alergi debu dan flu. Selama 1 bulan terakhir ini beliau menjalani rawat inap di RS Al Islam, Bandung, dengan kondisi ditrakeastomi untuk membantu pernapasannya. Selama masa rawat inap tersebut, pak Kurdi menjalani kontrol pengobatannya ke RS Hasan Sadikin Bandung. Selain Myasthenia Gravis yang telah bermukim lama di tubuhnya, 3 bulan yang lalu pak Kurdi baru saja menjalani operasi Prostat dan mengalami kelebihan slem pada tenggorokannya.


Selama masa sehatnya, pak Kurdi termasuk orang yang paling aktif dan bersemangat dalam memberikan pendampingan pendampingan dan motivasi bagi Pejuang Myasthenia Gravis yang lain. Usia tuanya tak akan pernah mampu mengalahkan semangatnya. Kegigihan perjuangannya selalu menginspirasi siapa pun yang mengenalnya. Sering kali beliau kunjungan ke Rumah Sakit untuk memberikan semangat bagi saudara-saudara MGers yang lain. Kehadiran sosoknya dalam setiap pendampingan selalu membawa kesejukan dan ruh baru.


Kini, di Senin pagi ini, dan di hari-hari nanti, pak Kurdi sudah tidak bersama-sama kita lagi. Tidak akan pernah ada lagi sosoknya keluar masuk Rumah Sakit untuk sekedar ber"say hello" dengan suaranya yang begitu teduh dan selalu memberi penguatan kepada saudara-saudara kita yang sedang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Allah SWT lebih sayang padanya sehingga memanggilnya mendahului kita semua. Namun, kehadirannya menjadi teladan bagi kita. Sosoknya memberi warna dan contoh bagi kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani hidup dan kehidupan, dan memberi arti dan manfaat bagi orang lain.

Selamat jalan pak Kurdi, semoga engkau bahagia disana. Kepedulian dan perhatianmu terhadap sesama sedemikian tak terhingga. Ajaran kebaikan telah engkau wariskan. Berjuta kenangan manis telah engkau torehkan untuk kami lanjutkan. Semua amal baikmu itu yang menghantarkanmu untuk sampai kepadaNYA. Sambil tertunduk mengenang semua kebaikanmu, kami kirimkan Al Fatihah kepadamu seraya mungucap do'a...

Allohummaghfirlahu, warhamhu, wa aafihi, wa'fuanhu.  

(Sumber: http://www.pejuangmgi.org/2017/08/pak-kurdi-telah-berpulang.html)
  • 0
  • Senin, Agustus 21, 2017
_mazeko _mazeko Author

Facebook

Kategori