Minggu, 24 Desember 2017

Ranjang Untuk Pak Sahid


KOTA BEKASI -- Perjalanan hidup manusia tidak pernah terlepas dari berbagai ujian dan cobaan. Suatu ketika kita diuji dengan berbagai kenikmatan, seketika diwaktu yang lain kita juga diuji dengan kesulitan. Itulah nikmatnya hidup. Namun, yang pasti segala ujian itu tidaklah melebihi dari batas kemampuan yang kita miliki. 

Adalah bapak Abdul Sahid (66 tahun), seorang pensiunan guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bekasi, sebuah SMA tertua di Bekasi. Sebagai guru olahraga, tubuhnya tentunya bugar sekali. Istri dan anak-anaknya tidak menyangka setelah pensiun justru kondisi kesehatannya menjadi menurun drastis.

Pak Sahid, demikian beliau biasa dipanggil, yang pensiun di tahun 2011 ini, mulai terdiagnosa menderita sakit diabetes di tahun 2013. Dari penyakit diabetesnya ini, ternyata menimbulkan berbagai penyakit lain yang juga dideritanya, seperti Komplikasi Jantung, Ginjal, Mata, Penyakit Dalam, dan Syaraf Kejepit.

Berbagai Rumah Sakit pernah menangani pengobatan penyakitnya, mulai dari RS Mekarsari Bekasi, selanjutnya RSUD Kota Bekasi dan RS Bhakti Kartini Bekasi. Juga pernah 6 kali rawat inap, yaitu 2 kali di RS Budi Lestari selama beberapa hari di tahun 2013 dan 2014, 3 kali di RS Awal Bros Bekasi di tahun 2015 dan 2016, dan 1 kali di RS Fatmawati Jakarta selama 2 minggu di tahun 2017 ini. Kondisi terparah sewaktu tidak sadarkan diri sehingga dilarikan ke RS Awal Bros Bekasi dan harus dirawat selama 1 minggu di ruang ICU, setelahnya 1 minggu dirawat di ruang rawat biasa. 

Efek dari penyakit diabetesnya tersebut, terjadi luka bolong di sekitar paha sekitar 1 tahun yang lalu, yang akhirnya bisa mengering. Pada 3 bulan yang lalu hal yang sama juga dialaminya di bahu kaki kanannya, yang sekarang juga sudah mulai mengering. Saat ini pak Sahid menjalani rawat jalan kontrol rutin di poli dalam/ginjal, poli jantung, poli paru, poli syaraf, poli mata dan fisioterapi di RS Fatmawati Jakarta.


Semangat dan kegigihan pak Sahid melakukan berbagai upaya pengobatan atas penyakitnya serta kesabarannya dalam menghadapi ujian Allah ini menyebabkan Cahaya Foundation tergerak untuk menyalurkan bantuan dari PT Buancitra Sejati Jaya, berupa tempat tidur pasien untuk menjalani perawatan di rumah.  




“Terimakasih PT Buancitra Sejati Jaya dan Cahaya Foundation atas bantuannya, mudah-mudahan dengan adanya tempat tidur ini bapak menjadi lebih nyaman sewaktu menjalani perawatan di rumah dan mudah-mudahan pengobatan yang dilakukan selama ini bisa menyembuhkan penyakit bapak,” tutur ibu Eti, istri pak Sahid. (Cahaya Foundation/Junaedi)

#CahayaFoundation #Donasi #Hibah #Wakaf #PinjamPakai #RanjangPasien #HospitalBed #JaBoDeTaBek #Bekasi #Makassar #Indonesia


EmoticonEmoticon