Tampilkan postingan dengan label Donasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Donasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2020

Cahaya Foundation Bantu Distribusikan Donasi Makanan Redkendi



Cahaya Foundation Bantu Distribusikan Donasi Makanan Redkendi
Penyerahan secara simbolis dari pihak Redkendi ke masyarakat. Foto: Cahaya Foundation


Dalam rangka membantu tenaga kesehatan dan kelompok masyarakat yang rentan kondisi ekonominya karena situasi pandemi virus corona (covid 19), PT Redkendi Andalan Mitra (Redkendi) berinisiatif untuk menggalang donasi dan membagikan paket makanan siap saji. Kegiatan penggalangan donasi dilakukan sejak tanggal 8 April 2020.

Gayung pun bersambut, Great Giant Foods melalui perusahaan yang dinaunginya yakni PT Great Giant Pineapple (GGP) dan PT Sewu Segar Nusantara (SSN) serta bekerjasama dengan PT Sierad Produce TBK ikut bergabung dalam program donasi ini. Bersama Redkendi, ketiga perusahaan ini berkomitmen untuk menyalurkan paket makanan sebanyak 25.000 porsi kepada kelompok masyarakat yang terdampak dan rumah sakit.

Kegiatan penyaluran 25.000 paket makanan ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut. Mulai dari hari Senin hingga Jumat, 11-15 Mei 2020. Penyaluran 5.000 paket makanan  dilakukan setiap harinya. Paket makanan terdiri dari menu bergizi yakni nasi, lauk utama berupa daging ayam, sayur, dan buah pisang.

Cahaya Foundation Bantu Distribusikan Donasi Makanan Redkendi
Bentuk dan isi paket makanan yang diberikan. Foto: Sri Suharni.

Dari pihak PT Sierad yang diwakili oleh Jonathan berharap agar program berbagi donasi makanan dengan tema "Berbagi Cinta Jaga Sesama" ini tepat sasaran.

"Kami bekerjasama dengan komunitas dan relawan sejak survey lokasi hingga pendistribusian donasi makanan ini, semoga aksi ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 khususnya di wilayah Bekasi ini" ungkap Jonathan, Senin (11/05/2020), saat penyaluran hari pertama di Sukamekar, Bekasi.

Terdapat 20 titik penyaluran donasi yang tersebar di wilayah Tangerang, Jakarta, dan Bekasi. Kelompok masyarakat yang menjadi prioritas mendapatkan paket makanan ini adalah kelompok masyarakat yang kesulitan secara ekonomi atau kehilangan mata pencaharian seperti buruh harian lepas, kelompok masyarakat pemulung, pedangan kecil, panti asuhan yatim piatu, panti jompo, dan rumah sakit.

Penyaluran makanan melibatkan sejumlah pihak. Untuk di Bekasi, Redkendi menggandeng Cahaya Foundation. Lembaga sosial yang kerap mendistribusikan makanan gratis dan kegiatan sosial lainnya.

"Alhamdulillah, banyak tangan yang tergerak, sehingga beban kita semua menjadi lebih ringan. Saya juga ucapkan terima kasih buat semua donatur dari perusahaan, yang pada bantuin, dll," jelas Eko Prasetyo selaku Direktur Eksekutif Cahaya Foundation, Sabtu (16/05/2020).

Selain bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberdayakan UMKM catering di tengah kondisi pandemi ini. Redkendi sebagai perusahaan catering marketplace berusaha untuk mendukung catering mitranya sebagai pihak yang bertanggungjawab untuk mengolah makanan pada kegiatan ini.

Harapannya, dengan adanya sinergi berbagai pihak ini dapat meringankan beban antar sesama, serta berkontribusi agar roda perekonomian dapat terus berjalan. 


Selengkapnya

Sabtu, 21 Maret 2020

AYO GERAK BERSAMA LAWAN CORONA

AYO GERAK BERSAMA LAWAN CORONA

Waktu. Sekarang ia menjadi kawan dan musuh bagi kita. Kawan, karena hanya waktu yang bisa mengalahkan keniscayaan pandemi Covid-19. Musuh, sebab wabah ini akan makin menyebar ganas bila kita membuang-buang waktu. Berderaplah cepat-cepat laksana prajurit ke medan laga. Bergabunglah ke dalam solidaritas global untuk mengalahkan musuh berukuran nanometer ini. Musuh yang sudah merenggut ribuan nyawa karena banyak orang mengabaikan waktu untuk bersegera melakukan pencegahan. Berikan apa yang Anda mampu! Paling kurang, sumbangkan waktumu!

Kami mempersilahkan Anda bergabung dalam aksi pembagian cairan penyuci hama tangan (hand sanitizer), sabun, dan masker bagi masyarakat berdaya beli rendah. Kami juga mengajak anda berpartisipasi memberikan layanan ambulans ke rumah sakit rujukan di Bekasi dan sekitarnya. Tak kurang pula, kami mengundang Anda untuk menyalurkan sumbangan lewat rekening Berbagi Satu Nusantara di Bank Mandiri (Kantor Cabang Pembantu Pasteur) dengan nomor rekening: 1320020141116 (Mohon tambahkan kode 619 di bagian akhir jumlah uang yang ditransfer. Misal, Anda menyumbang Rp 50.000, maka tuliskan jumlah yang ditransfer Rp 50.619)

Jika Anda terketuk, pintu kami terbuka lapang. Silahkan hubungi narahubung-narahubung berikut untuk informasi lebih detail:
1. Novita Anggraini (0811-1129-890)
2. Fajar Kuntarto (0811-9501-152)



AKSI GERAK BERSAMA LAWAN PANDEMI CORONA COVID-19:
Atmago, Cahaya Foundation, Menjadi Indonesia, SIGAP Indonesia, Emergency Response Team Berbagi Nasi, Sahabat Merah Putih, Banyu Bening,  Sahabat Bhineka, ASJUB

#Covid19 #CoronaVirus

AYO GERAK BERSAMA LAWAN CORONA

Selengkapnya

Jumat, 25 Oktober 2019

Serah Terima Ambulance dari Dana Kebajikan Umat PT Pegadaian (Persero)


Bekasi Utara - Kota Bekasi. Yayasan Cita Sahabat Mulya (Cahaya Foundation) menerima bantuan satu unit armada ambulans dari Dana Kebajikan Umat Unit Usaha Syariah PT Pegadaian (Persero). Jumat, 25 Oktober 2019.

Kegiatan serah terima bantuan ambulans tersebut berlangsung secara simbolis dalam acara Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) oleh Pimpinan Wilayah VIII Jakarta I PT Pegadaian (Persero), Bapak Edi Sarwono, dengan disaksikan Wakil Walikota Bekasi, Bapak Tri Adhianto kepada Eko Prasetyo, Direktur Eksekutif Cahaya Foundation, di Aula Kelurahan Marga Mulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi.


Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto dalam sambutannya mengatakan, adanya bantuan satu unit ambulans untuk seluruh warga Kota Bekasi melalui Cahaya Foundation tersebut sangat bermanfaat sekali. Sebab, bantuan tersebut akan menambah mobilitas para relawan yang bergerak dalam bidang kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama untuk menunjang tugas-tugas kemanusiaan di Kota Bekasi.

Sementara itu Pimpinan Wilayah VIII Jakarta I PT Pegadaian (Persero), Edi Sarwono menambahkan, bantuan armada ambulans dari Dana Kebajikan Umat Unit Usaha Syariah PT Pegadaian (Persero) melalui Cahaya Foundation ini sangat diperlukan, terlebih untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan Pemerintah Kota Bekasi ke depannya.

Menurut Edi, saat ini PT Pegadaian (Persero), dengan program CSRnya dari Dana Kebajikan Umat Unit Usaha Syariah-nya, memberikan bantuan ambulance kepada masyarakat Bekasi yang akan dikelola dan dioperasikan oleh Cahaya Foundation, merupakan wujud kepedulian PT Pegadaian (Persero) kepada masyarakat yang berada dalam wilayah operasionalnya.

"Armada ambulans ini diperuntukkan untuk berbagai pelayanan kesehatan, seperti; membuka posko pelayanan kemanusiaan pada hari-hari besar, serta membantu masyarakat yang membutuhkan kendaraan ambulans untuk mengantarkan pasien rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih baik," kata Edi.

Ke depan pihaknya melalui Cahaya Foundation akan menyiapkan sumber daya relawan melalui peningkatan kapasitas dan berbagai pelatihan kepada sejumlah personil yang akan bertugas sebagai Tim Ambulans, sehingga semua personil kompeten dan dapat memberikan rasa nyaman kepada masyarakat pengguna ambulans.


Hadir dalam acara penyerahan ambulans tersebut sejumlah pengurus Cahaya Foundation, pihak manajemen dari PT Pegadaian (Persero), KNPI, RAS, ERS, Ibu-ibu PKK, Kader TBC IKNU, Kader Posyandu, Fortara, IPMI, SKB, Paguyuban Ojek Online, Si Bulan Indonesia, Cinong Bekasi, dan juga beberapa komunitas relawan dan jajaran di Kelurahan Marga Mulya, serta masyarakat di wilayah tersebut. 
Selengkapnya

Minggu, 01 Juli 2018

Komunitas '97: Bertemu, Bersilaturahmi, Beramal

Pemeriksaan kesehatan umum (foto: Handika)

Alumni SMA Negeri 1 Bekasi Angkatan 1997 (Komunitas '97) mengadakan Pengobatan Massal Gratis sebagai ajang Halal Bihalal yang dikemas dalam bentuk Bakti Sosial (Baksos), yang dilaksanakan pada hari Minggu (1/7/2018) bertempat di SMAN 1 Bekasi, Jln. Agus Salim No. 181, Bekasi Jaya, Kota Bekasi.

Aksi sosial yang dinamai "Baksos Komunitas ’97: Pengobatan Massal Gratis - BERTEMU, BERSILATURAHMI, BERAMAL" ini bekerjasama dengan Cahaya Foundation, SMA Negeri 1 Bekasi, Kimia Farma, dan BPJS Kesehatan. Disponsori oleh Kapuskopau TNI AU, Indofood, dan sponsor lainnya serta dukungan dari sebagian besar alumni SMAN 1 Bekasi Angkatan 1997. 

Haris Faisal, selaku Ketua Komunitas '97, menuturkan bahwa bakti sosial ini selain dapat mempererat tali silahturahmi antar alumni, juga bermaksud membantu masyarakat yang kekurangan dan tentunya bisa membangun citra positif almamater SMA Negeri 1 Bekasi.

"Kami dari Komunitas '97 rutin melaksanakan reuni sebagai ajang mempererat tali silaturahmi sesama alumni, namun yang berbeda pada tahun ini adanya kegiatan bakti sosial yaitu sunatan massal, donor darah, serta pemeriksaan mata secara gratis dan terbuka untuk umum." tuturnya saat ditemui di lokasi, Minggu (1/7/2018).

Kegiatan ini pun mendapat dukungan langsung dari beberapa guru dan murid Perguruan Silat Cinong Bekasi agar kenyamanan dan keamanan acara dapat berjalan lancar.

Adapun layanan medis cuma-cuma yang dibuka pada baksos ini terdiri atas enam bagian: Pemeriksaan Kesehatan Umum, Anak, Gigi, Khitan bagi 25 anak, Papsmear bagi 50 orang ibu-ibu dan Minilab untuk pemeriksaan kolesterol, asam urat dan gula darah. 

Eko Prasetyo, Direktur Eksekutif Cahaya Foundation menyambut gembira antusias warga dan kesigapan panitia acara bakti sosial kesehatan ini. 

"Ini salah satu kegiatan besar yang Cahaya Foundation dapat berperan positif bagi masyarakat. Semoga baksos ini dapat merangkul warga yang hidup berdampingan dengan almamater SMA Negeri 1 Bekasi dan bermanfaat bagi yang membutuhkan." ungkapnya.

===================================

Sumber terkait:

http://fokus.co.id/news/2018/07/komunitas-alumni-smansasi-97-gelar-bakti-sosial-menebar-manfaat-dan-merajut-silaturahmi

http://www.bekasitoday.com/2018/07/halal-bihalal-alumni-sman-1-bekasi-gelar-baksos-kesehatan.html

http://www.wajahbekasi.com/2018/07/silaturahim-alumni-sman-1-bekasi-97-gelar-pengobatan-gratis.html

http://www.redaksibekasi.com/2018/07/baksos-komunitas-97-pengobatan-gratis.html

http://singkapbekasi.com/2018/07/bertemu-bersilaturahim-beramal-halal-bihalal-ala-alumni-sman-1-bekasi-97/

http://fokusbekasi.com/pengobatan-masal-gratis-silaturahim-alumni-sman-1-bekasi-angkatan-97

https://www.kompasiana.com/bisot/5b38b679dd0fa80134732492/alumni-sman-1-bekasi-angkatan-97-laksanakan-halal-bihalal-dan-baksos-kesehatan
Selengkapnya

Rabu, 10 Januari 2018

Kado Bahagia Untuk Ibu Sri

KOTA BEKASI -- "Di pagi itu ibu berteriak, katanya kakinya tidak bisa digerakkan, badannya terasa separuh lemas. Setelah diperiksa di RSUD Kota Bekasi, dokter poli eksekutif yang menangani ibu saat itu langsung bilang bahwa ibu kena serangan Stroke yang pertama", tutur Linda, putri ibu Sri Sumarni (65), saat mengawali ceritanya tentang kejadian 4 tahun silam. Saat itu ibu Sri sempat dirawat di ruang Anggrek selama 10 hari, kemudian diperbolehkan pulang setelah kondisi fisiknya dinyatakan cukup stabil.

Setelah kejadian tersebut, ibu Sri mendapat bantuan dari banyak muridnya semasa mengajar di SMAN 1 Bekasi, yang sebagian besar digunakan untuk menjalani terapi dan membeli kursi roda. Dalam waktu kurang dari 3 bulan ibu Sri bisa beraktifitas kembali, sudah bisa berjalan seperti sebelum sakitnya. 

"Sekitar tahun 2016 lalu, pergelangan kaki ibu luka dan bengkak akibat dipijat terlalu keras. Saat itu dibawa ke dokter praktek di sekitar rumah dan diberi obat. Ternyata antibiotik yang diberikan terlalu keras, sehingga menyebabkan ibu justru keracunan antibiotik. Ibu gak bisa bangun, kena asam lambungnya sehingga lebih sulit mengobatinya. Hingga saat ini keadaannya seperti itu", kembali Linda berkisah.


Relawan Pendamping Cahaya Foundation tiba di kediamannya, di Perumahan Pondok Mitra Lestari, Jatiasih, Kota Bekasi, pada Selasa (9/1) dalam kesempatan penyerahan titipan donasi tempat tidur pasien 3 engkol dari PT Buancitra Sejati Jaya Makassar. Bersama suami tercinta yang selalu mendampingi, ibu Sri merasa sangat bersuka cita atas ketibaan tempat tidur pasien yang sudah dinantikannya. "Alhamdulillah, sangat bermanfaat untuk istri saya", tegas suami beliau.

"Sebenarnya kabar ibu diberikan tempat tidur ini, saat itu November hari ultah ibu. Pas Cahaya Foundation datang dan undangan Reuni Perak Alumni SMAN 1 Bekasi Angkatan 1992 itu. Ini adalah hadiah berharga buat ibu. Semoga Allah membalas segala kebaikan yang diberikan oleh kakak-kakak alumni, juga owner PT Buancitra Sejati Jaya Makassar atas sumbangan tempat tidurnya yang dititipkan melalui Cahaya Foundation.  Minta do'anya agar ibu kembali pulih dan panjang umur yang barokah serta bisa aktivitas kembali. Atas nama keluarga, tak hentinya mengucap syukur alhamdulillah atas perhatian yang diberikan kakak-kakak alumni SMAN 1 Bekasi,  SMA PGRI 1 Bekasi, yang tanpa henti dan tanpa putus mengasihi ibu. Allah yang akan membalasnya. Semoga kita semua diberi kesehatan. Aamiin...", pungkas Linda menambahkan.


Ternyata ibu Sri mengalami perjalanan panjang dalam menerima ujian dari Allah. Tahun 1995 terdiagnosa Diabetes Melitus tipe 2 dan hipertensi. Saat bersama keluarga berlibur ke Yogyakarta, pernah juga dirawat di RS Panti Nugroho Yogyakarta akibat anfal karena gula darah mendadak diatas 400 mg/Dl. Setelahnya sering kali bolak balik dirawat di RS Islam Cempaka Putih Jakarta akibat kondisi yang sama.

Karena penyakitnya itu, ibu Sri justru menemukan obat herbal untuk penyakitnya, yaitu Jus Mengkudu, sehingga bisa memproduksi sendiri dan terdistribusi di seluruh apotek di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bali di tahun 1999. Lagi-lagi cobaan datang menghampiri. Usaha yang dirintis sejak awal tersebut pada akhirnya gulung tikar karena dimanipulasi oleh orang kepercayaan yang selama ini mengelola usaha tersebut. Saat itu ibu Sri sudah menjadi Kepala Sekolah di SMA Pangeran Jayakarta Bekasi dan menjadi dosen di STKIP. 

Kembali di tahun 2006 ibu Sri diuji. Kerjasama usaha yang dirintisnya musnah dalam sekejap, sehingga modal usaha senilai 400 juta rupiah dibawa lari mitra usaha dan seluruh aset yang dimiliki berupa rumah dan tanah berpindah tangan, dengan total kerugian sebesar 2 miliar rupiah saat itu. Proses sidang secara marathon pernah dijalani hingga ke Mahkamah Agung, namun sayangnya justru dinyatakan kalah di tahun 2012. Setelahnya, masih diuji kembali, yaitu kendaraan mereka pun digelapkan oleh tetangga sendiri.

Masih di tahun 2012, ibu Sri kembali anfal, dan dilarikan ke salah sebuah RS swasta terdekat. Karena kurang baik penanganannya, keluarga memutuskan untuk dipindah ke RSUD Kota Bekasi, dengan diagnosa ada abses pada paru-parunya. Sekitar 1,5 liter nanah berhasil disedot saat itu juga.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, garasi rumahnya disulap menjadi sebuah usaha warung kelontong yang dikelola sang suami. Pahit manisnya kehidupan yang dijalani sudah diserahkan kembali kepada Allah, Sang Pemilik Takdir. Hanya keikhlasan dan kepasrahan secara total kepada Allah lah yang menyebabkan ibu Sri masih dapat menjalani lelakon peran hidupnya hingga saat ini. (Cahaya Foundation / Junaedi)

#HospitalBed #Donasi #Jabodetabek #Bekasi #Makassar #Indonesia

Selengkapnya

Minggu, 24 Desember 2017

Ranjang Untuk Pak Sahid


KOTA BEKASI -- Perjalanan hidup manusia tidak pernah terlepas dari berbagai ujian dan cobaan. Suatu ketika kita diuji dengan berbagai kenikmatan, seketika diwaktu yang lain kita juga diuji dengan kesulitan. Itulah nikmatnya hidup. Namun, yang pasti segala ujian itu tidaklah melebihi dari batas kemampuan yang kita miliki. 

Adalah bapak Abdul Sahid (66 tahun), seorang pensiunan guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bekasi, sebuah SMA tertua di Bekasi. Sebagai guru olahraga, tubuhnya tentunya bugar sekali. Istri dan anak-anaknya tidak menyangka setelah pensiun justru kondisi kesehatannya menjadi menurun drastis.

Pak Sahid, demikian beliau biasa dipanggil, yang pensiun di tahun 2011 ini, mulai terdiagnosa menderita sakit diabetes di tahun 2013. Dari penyakit diabetesnya ini, ternyata menimbulkan berbagai penyakit lain yang juga dideritanya, seperti Komplikasi Jantung, Ginjal, Mata, Penyakit Dalam, dan Syaraf Kejepit.

Berbagai Rumah Sakit pernah menangani pengobatan penyakitnya, mulai dari RS Mekarsari Bekasi, selanjutnya RSUD Kota Bekasi dan RS Bhakti Kartini Bekasi. Juga pernah 6 kali rawat inap, yaitu 2 kali di RS Budi Lestari selama beberapa hari di tahun 2013 dan 2014, 3 kali di RS Awal Bros Bekasi di tahun 2015 dan 2016, dan 1 kali di RS Fatmawati Jakarta selama 2 minggu di tahun 2017 ini. Kondisi terparah sewaktu tidak sadarkan diri sehingga dilarikan ke RS Awal Bros Bekasi dan harus dirawat selama 1 minggu di ruang ICU, setelahnya 1 minggu dirawat di ruang rawat biasa. 

Efek dari penyakit diabetesnya tersebut, terjadi luka bolong di sekitar paha sekitar 1 tahun yang lalu, yang akhirnya bisa mengering. Pada 3 bulan yang lalu hal yang sama juga dialaminya di bahu kaki kanannya, yang sekarang juga sudah mulai mengering. Saat ini pak Sahid menjalani rawat jalan kontrol rutin di poli dalam/ginjal, poli jantung, poli paru, poli syaraf, poli mata dan fisioterapi di RS Fatmawati Jakarta.


Semangat dan kegigihan pak Sahid melakukan berbagai upaya pengobatan atas penyakitnya serta kesabarannya dalam menghadapi ujian Allah ini menyebabkan Cahaya Foundation tergerak untuk menyalurkan bantuan dari PT Buancitra Sejati Jaya, berupa tempat tidur pasien untuk menjalani perawatan di rumah.  




“Terimakasih PT Buancitra Sejati Jaya dan Cahaya Foundation atas bantuannya, mudah-mudahan dengan adanya tempat tidur ini bapak menjadi lebih nyaman sewaktu menjalani perawatan di rumah dan mudah-mudahan pengobatan yang dilakukan selama ini bisa menyembuhkan penyakit bapak,” tutur ibu Eti, istri pak Sahid. (Cahaya Foundation/Junaedi)

#CahayaFoundation #Donasi #Hibah #Wakaf #PinjamPakai #RanjangPasien #HospitalBed #JaBoDeTaBek #Bekasi #Makassar #Indonesia

Selengkapnya

Rabu, 20 Desember 2017

Tempat Tidur Pasien Untuk Bidan Rini


KOTA DEPOK -- Tempat tidur pasien, untuk digunakan secara pribadi oleh pasien-pasien yang terpaksa harus home care, atau pun klinik-klinik kampung yang selama ini bersinergi dengan Cahaya Foundation dalam hal pelayanan kesehatan, telah tiba di Bekasi, dari Makassar, sejak 8 Desember 2017 yang lalu. Total unit yang nantinya akan tiba keseluruhannya sejumlah 40 unit. Untuk tahap awal ini telah tiba sebanyak 3 unit. Kondisi barang sangat lengkap. Hanya dirakit sebentar saja di bagian kepala dan kaki, maka tempat tidur pasien tipe 3 engkol ini siap digunakan, dilengkapi dengan tiang infus dan roda cadangan sebanyak 4 buah.

Atas bantuan bapak Bonar Simatupang, penanggung jawab PT Buancitra Sejati Jaya, perusahaan yang memberikan tempat tidur pasien tersebut kepada Cahaya Foundation untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang memang betul-betul membutuhkan, pada Senin, 18 Desember 2017, dengan ditemani cuaca yang cukup sejuk yang dibarengi gemericik kecil air dari langit, 2 unit tempat tidur pasien telah berhasil diangkat dari gudang PT Buancitra Sejati Jaya, di Ruko Perkantoran Emerald Sumarecon Bekasi, untuk disalurkan ke tempat-tempat tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya. Satu diantaranya untuk bidan Kusrini di Pancoran Mas, Kota Depok. Tempat tidur pasien tersebut akan digunakan untuk membantu kegiatannya dalam pelayanan kesehatan bagi warga di sekitar tempatnya tinggal.

Bidan Rini, demikian perempuan 36 tahun penggemar kucing itu biasa dipanggil, dedikasinya dalam pelayanan kesehatan bagi warga sekitar tempat tinggalnya terbilang luar biasa. Kapan pun ada orang yang membutuhkan bantuannya, ia selalu siap. Sering tengah malam saat hujan deras mengguyur ada orang yang mengetuk rumahnya untuk meminta bantuan. Padahal, kondisi fisiknya relatif kurang menguntungkan. Myasthenia Gravis, salah satu jenis penyakit autoimun yang menyerang syaraf otot secara serius, telah bersemayam di tubuhnya sekitar 3 tahun terakhir. Karena penyakit yang diidapnya tersebut, ia pernah tergolek di tempat tidur selama lebih dari 3 bulan. Perkenalan Cahaya Foundation dengan bidan Rini adalah di komunitas penderita Myasthenia Gravis, karena salah seorang founder Cahaya Foundation merupakan penderita Myasthenia Gravis juga. 


Jarak Bekasi - Depok yang lumayan jauh, seperti tak terasa ditempuh oleh bapak Junaedi, 72 tahun, relawan tersepuh di Cahaya Foundation, yang menyediakan waktu dan tenaganya untuk mengawal pengiriman. 2 jam sudah akhirnya tempat tidur pasien sampai di tujuan. Bidan Kusrini menyambutnya dengan penuh sukacita. 

"Jujur, mimpi pun enggak, saya bisa dapet tempat tidur seperti ini", ungkapnya. 


Semoga tempat tidur pasien ini bisa bermanfaat untuk membantu kegiatan pelayanan kesehatan yang bidan Rini lakukan. 

#Hibah #Wakaf #Donasi #HospitalBed #CahayaFoundation #Kesehatan #Bekasi #Depok #Indonesia
Selengkapnya